Selamat Ulang Tahun Ke-20, Xl

Hari ini XL merayakan ulang tahunnya yang ke-20.

Operator itu mempunyai satu “partisi khusus” di ingatan saya. Sebab, XL yaitu operator GSM pertama yang dulu saya pilih sebagai nomor utama. Selama lebih dari sepuluh tahun saya menggunakan nomor XL sepuluh digit sebagai nomor utama. Ekornya 9900.

Kini nomor XL tersebut memang tak lagi menjadi nomor utama. Memburuknya performa XL hingga melewati batas toleransi, beberapa tahun lalu, menciptakan saya berpaling ke operator lain. Dari XL saya berpindah ke Indosat selama 2-3 tahun, kemudian lagi-lagi alasannya buruknya kinerja, saya hijrah ke Telkomsel.

Kapan saya akan berganti nomor utama lagi? Mungkinkah CLBK? Peluang itu selalu terbuka. Apalagi, saya sudah menunjukan (dua kali malahan) berganti nomor utama tidak sesukar yang dibayangkan. Mayoritas korelasi saya, baik untuk urusan pekerjaan maupun pertemanan, sanggup diberitahu dengan mudah. Lebih-lebih komunikasi dengan mereka kini lebih banyak saya lakukan via email.

Kembali ke XL. Perbincangan singkat via Facebook dengan seorang sahabat lama, 2 Oktober lalu, menggugah satu kenangan usang saya lagi wacana XL. Seingat saya, insiden ini belum pernah saya ceritakan di mana pun.

Alkisah, ketika itu saya telah menggunakan XL sebagai nomor utama dan sedang mencicipi penurunan performa. Pada waktu berdekatan XL juga gres menerapkan denah tarif baru. Singkat cerita, saya ingin mencurahkan keluhan dan menunjukkan usulan, tetapi tak tahu harus menyampaikannya ke mana.

Mengirimkan surat pembaca bukan pilihan bijak alasannya keluhan dan tawaran saya tidak mengecewakan banyak. Pasti takkan tertampung di surat pembaca. Menyampaikannya lewat customer service juga bukan pilihan bijak. Sebab, bunyi dari rakyat jelata menyerupai saya belum tentu akan diteruskan ke pejabat yang lebih tinggi.

Mendadak muncul ide. Lebih baik saya menuliskan surat, kemudian mengirimkannya kepada pejabat tertinggi XL di area saya tinggal. Karena saya berdomisili di Surabaya, saya pun mencari tahu nama pejabat tertinggi XL di Surabaya. Halaman ekonomi bisnis banyak sekali koran saya cermati.

Ah, ini dia. Nama lengkapnya Kencono Wibowo. Sehari-hari ia menjabat sebagai Regional Sales Operation Manager PT Excelcomindo Pratama. Surat saya buat dan antarkan eksklusif ke kantor XL di tempat Margorejo.

Inilah penggalan surat bertanggal 12 April 2001 itu. Ya, lima belas tahun lalu.

Hari ini XL merayakan ulang tahunnya yang ke Selamat Ulang Tahun ke-20, XL

Hari ini XL merayakan ulang tahunnya yang ke Selamat Ulang Tahun ke-20, XL

Hari ini XL merayakan ulang tahunnya yang ke Selamat Ulang Tahun ke-20, XL

Kalau ingin membaca isi suratnya secara utuh, termasuk lampiran tabel yang dulu saya sertakan, silakan mengunduhnya di sini.

Usai mengantarkan surat itu, saya eksklusif melupakannya. Saya tidak berharap surat keluhan dan tawaran tersebut bakal direspons. Sebab, saya bukanlah pelanggan XL dengan tagihan berjuta-juta rupiah per bulan. Saya juga bukan pejabat atau pengusaha kelas kakap.

Tanpa disangka, surat dari saya yang cuma pelanggan biasa itu ternyata dibalas. Saya lupa surat akibat tersebut diterima berapa hari semenjak surat saya serahkan. Detail isi surat akibat itu juga tidak saya ingat lagi.

Intinya, di surat akibat itu XL mengucapkan terima kasih atas saran dan kritik yang saya sampaikan. Di belahan bawah surat tertera tanda tangan orisinil Kencono Wibowo, laki-laki yang kelak sering berkomunikasi dengan saya dan bersahabat dipanggil Pak Wo.

Surat akibat yang sederhana itu, buat saya sangat bernilai. Sebagai pelanggan kelas rakyat jelata, saya merasa dihargai. Kalau saya tidak silap ingatan, surat akibat orisinil XL tersebut hingga kini masih tersimpan. Namun, entah di kardus arsip yang mana. Perlu usaha ekstra untuk mencarinya.

Sebagai epilog goresan pena ngalor ngidul panjang lebar ini, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-20 kepada XL. Semoga kualitas layanan terus membaik, ragam layanan makin variatif pula.

Jumlah pelanggan yang sudah XL perlu ditambah menjadi XXL, XXXL, bahkan 5L. Biar sama dengan ukuran kaos saya ketika ini. Eh, maksud saya, biar pemegang saham tersenyum senang. Apalagi, jika revenue dan ARPU juga terus meningkat.

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)