Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi Di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z2, ponsel bersistem operasi Tizen pertama di Indonesia. Ponsel cerdik itu dibanderol Rp 899 ribu saja. Ia tersedia dalam tiga varian warna, yaitu emas, hitam, dan merah anggur. Paket penjualannya termasuk bonus back cover bermotif batik mega mendung.

“Tizen yakni serpihan dari masa depan teknologi, di mana konektivitas antarperangkat akan menjadi kebutuhan bagi para pengguna teknologi,” kata Jaehoon Kwon, Presiden Samsung Electronics Indonesia, dikala program peluncuran Samsung Z2 di Jakarta, 19 Oktober 2016.

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Tiga hari sebelum program peluncuran Z2, penulis alias HSW menjual Nokia “New” 105 bekas seharga Rp 175 ribu. Beralih dari 105 ke Z2 menyerupai mengalami lompatan teknologi yang berada di genggaman tangan. Wajar. Sebab, yang satu feature phone, satu lainnya smartphone.

Pengguna 105 mesti berkutat dengan layar non-sentuh TFT 1,4 inci beresolusi 128 x 128 piksel. Ketika bercengkerama dengan Z2, pengguna bakal mencicipi layar sentuh TFT empat inci 800 x 480 piksel yang tentu lebih lega di mata. Melihat foto dan memutar video tak tidak mungkin lagi dilakukan.

Kalau 105 tidak mempunyai kemampuan mengakses layanan internet, Z2 sanggup berinternet. Bahkan, ia mendukung layanan 4G LTE di frekuensi LTE 850, 900, 1800, 2100, dan 2300 MHz. Hal itu bermakna Z2 siap digunakan menikmati layanan 4G LTE semua operator di Indonesia, termasuk Smartfren.

Ketika melihat objek menarik, pengguna 105 hanya bisa merekamnya di ingatan. Kondisi serupa takkan terjadi lagi dikala menggenggam Z2. Mereka tinggal mengarahkan kamera ponsel itu ke objek yang ingin diabadikan kemudian menekan tombol penjepret.

Foto yang dihasilkan Z2 memang buruk. Mudahnya, ia cuma bisa mengatakan kalau jeruk itu bulat, tanpa bisa menunjukkan detail guratan kulit jeruk. Namun, hal tersebut masih lebih cantik daripada tak ada gambar sama sekali, bukan?

Asal tahu, kamera utama Z2 sanggup menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel dan klip video HD 720p. Kamera itu dilengkapi lampu kilat, tetapi tanpa fokus otomatis. Kemampuan kamera di sisi muka Z2 lebih rendah. Ia hanya bisa memproduksi foto dan klip video beresolusi masing-masing VGA atau setara dengan 0,3 megapiksel.

Fitur pendeteksi wajah di Z2 bakal sangat membantu pengguna yang gemar berswafoto alias selfie. Saat mendeteksi wajah manusia, kamera akan pribadi menjepret. Pengguna tak perlu menekan tombol apa pun di ponsel lagi. Hal serupa tetap terjadi bila kamera Z2 diarahkan ke gambar atau foto manusia.

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Sama dengan 105, Z2 dibekali lampu senter. Bedanya, di 105 lampu mungil itu berada di serpihan atas ponsel, sedangkan di Z2 terletak di sisi belakang ponsel. Lampu senter Z2 sekaligus berfungsi sebagai lampu kilat kamera. Radio FM yang tersedia di 105 juga bisa dijumpai di Z2.

Spesifikasi lain Z2, di antaranya, prosesor empat inti (quad core) Spreadtrum SC9830 1,5 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 1 GB, dan ROM 8 GB. Saat ponsel gres dikeluarkan dari kardus, sisa memori internal mencapai 5,18 GB. Tersedia selot microSD untuk menambah kapasitas penyimpanan file multimedia.

Dua keping micro SIM sanggup diselipkan dan siaga bersamaan di Z2. Nomor yang digunakan berinternet leluasa masuk ke jaringan 4G LTE, sedangkan satu nomor lainnya terkunci di jaringan 2G.

Ponsel dengan kemampuan tethering atau membagikan koneksi internet ke peranti lain via Wi-Fi itu bersistem operasi Tizen 2.4. Sumber dayanya berasal dari baterai berkapasitas 1.500 mAh yang gampang dilepas pasang.

Dengan sikap pemakaian ala HSW, sekali diisi ulang hingga penuh baterai bawaan Z2 sanggup bertahan maksimal sepuluh jam. Kalau fitur tethering aktif digunakan, daya baterai akan lebih cepat berkurang. Bukan tidak mungkin bodi ponsel terasa panas dan dalam lima jam harus dihubungkan dengan charger lagi.

Untuk mengunduh aplikasi tambahan, pengguna tinggal masuk ke Tizen Store. WhatsApp, Line, dan Facebook telah siap dipadukan dengan Z2. Namun, kalau dicermati, fiturnya relatif terbatas. Pengguna yang rutin menggunakan WhatsApp, contohnya, tak bisa menemukan kemampuan WhatsApp Web. Sedangkan pengguna Line hanya sanggup melaksanakan chatting.

Hingga dikala HSW mengetikkan ulasan ini, 9 November 2016, kenyamanan transportasi online mirip Go-Jek, Uber, dan Grab belum bisa dinikmati via Z2. Lha aplikasinya belum tersedia di Tizen Store. Kondisi senada berlaku untuk aplikasi BlackBerry Messenger (BBM), Twitter, dan Telegram.

Di home screen Z2, awalnya memang terlihat ikon Twitter. Namun, dikala diklik, ternyata ponsel akan mengakses browser dan membuka m.twitter.com. Hmmm´┐Ż serasa menggunakan ponsel abal-abal yang beberapa tahun kemudian mewabah di Indonesia.

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bagaimana performa umum Z2 jikalau dibandingkan ponsel cerdik lain? Klip video iklan Z2 yang sering muncul di televisi ini goo.gl/2bvcnw menarik ditonton, kemudian dijadikan sindiran. Hape masa gitu. Ketika ponsel Android bisa begini dan begitu, kemampuan Z2 terasa begitu terbatas.

Karena itu pula, ketika beberapa hari kemudian HSW melihat kalimat “Solusi Cerdaz Masa Kini” tercetak di halaman depan brosur Z2, HSW impulsif tertawa dalam hati. Ya, Z2 layak disebut solusi cerdas untuk mengingatkan pengguna bahwa hidup ini penuh cobaan. Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, setidaknya ada tujuh “cobaan” lain yang akan dihadapi pengguna Z2.

Pertama, tampilan layar Z2 sangat tidak sedap dipandang mata. Dilihat dari depan terasa kurang tajam, apalagi dari samping. Kedua, ponsel itu tidak responsif. Lemot dan tersendat seolah menjadi fitur suplemen Z2 dalam pemakaian sehari-hari.

Ketiga, ponsel itu tidak dibekali sensor kedekatan (proximity sensor). Ketika pengguna menelepon kemudian mendekatkan ponsel ke wajah, layar ponsel tak pribadi padam dan terkunci. Layar gres padam dan terkunci tiga detik kemudian. Selama rentang waktu tersebut, sentuhan pipi pengguna masih akan direspons layar.

Usai bertelepon dan ponsel dijauhkan dari wajah, layar Z2 juga takkan otomatis menyala. Pengguna harus menekan tombol power satu kali untuk mengaktifkan layar. Berikutnya, menyentuh layar untuk mengakhiri panggilan telepon.

Keempat, bunyi yang dikeluarkan speaker internal Z2 kurang prima Bayangkan seseorang yang sedang pilek bernyanyi. Apakah suaranya merdu? Itulah yang terjadi dengan speaker Z2.

Mikrofon ponsel tersebut sepertinya kurang cantik pula. Selama menguji pakai Z2, lawan bicara HSW berkali-kali mengeluh bunyi tidak jelas. Mereka menyangka HSW mengaktifkan speaker phone atau menggunakan headset bluetooth berkualitas ala kadarnya. Padahal, dikala itu HSW berbicara pribadi via mikrofon Z2.

Kelima, kualitas pengerjaan fisik (build quality) Z2 jauh dari istimewa. Setara dengan ponsel merek lokal berharga jual Rp 400 ribuan. Padahal, harga ritel resmi Z2 dipatok Rp 899 ribu. Harga pasarnya nyaris selalu lebih mahal. Rekor termahal yang HSW temukan Rp 1,25 juta.

Keenam, penerimaan sinyal ponsel berdimensi fisik 121,5 x 63 x 10,8 milimeter dan berat 127 gram itu kurang bagus. Awal bulan ini, dikala berada di sebuah hotel di Bali, nomor Telkomsel yang HSW pasangkan ke Z2 jarang sekali memperoleh sinyal. Kalau pun sukses memperoleh sinyal hanya satu baris, tetapi tak usang kemudian hilang lagi. Padahal, nomor yang sama dikala HSW pasangkan ke Xiaomi Mi MIX dan Moto E3 Power sukses memperoleh sinyal. Stabil dan cukup kuat.

Terakhir alias ketujuh, sehari-hari HSW rutin mendapatkan email dan menggunakan WhatsApp. Saat menggunakan Z2, email sering sekali terlambat masuk, walaupun di hidangan email sync schedule HSW telah mengaktifkan pilihan push. Keterlambatan serupa terjadi atas WhatsApp.

Betapa pun, di balik setumpuk kekurangan Z2, masih tersembul sedikit kelebihan. Pertama, Z2 bermerek terkenal. Siapa sih yang tidak mengenal Samsung. Masih banyak konsumen di Indonesia yang berasumsi membeli ponsel cerdik ya berarti membeli ponsel Samsung. Samsung dipersepsikan niscaya bagus, walaupun realitanya jauh panggang dari api.

Kedua, Z2 mendukung 4G LTE dengan cakupan band atau frekuensi yang lengkap. Ketiga, ponsel itu dibekali kemampuan dual WhatsApp. Maksudnya, pengguna Z2 bisa mengaktifkan dua akun WhatsApp sekaligus. Pengguna tinggal masuk ke settings, apps, kemudian menentukan dual profile apps.

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Kesimpulan versi HSW, dengan memperhatikan bermacam-macam faktor, tidak membeli Samsung Z2 merupakan langkah bijak. HSW selama ini rutin merekomendasikan jangan membeli ponsel bermerek Advan, Evercoss, Mito, dan beberapa merek lain. Namun, dalam kasus ini, seandainya harus memilih, HSW lebih baik berurusan dengan merek-merek tersebut daripada mesti menggunakan Z2.

***

Inilah pola foto yang dijepret menggunakan Samsung Z2.

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Satu foto di bawah ini dijepret menggunakan kamera depan.

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

***

Di Tizen Store belum tersedia aplikasi Antutu Benchmark dan Sensor Box for Android. Berikut screen capture kondisi awal RAM.

Bulan kemudian Samsung meluncurkan Samsung Z Review Samsung Z2: Lompatan Teknologi di Genggaman Tangan

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)