Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Menggunakan Andromax

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp 2 juta untuk membeli ponsel baru, ulasan ini lebih baik diabaikan. Sementara itu, bila dana yang tersedia hanya sekitar Rp 1,5 juta, goresan pena berikut wajib dibaca tuntas. Demikian pula jika Anda gres memigrasikan nomor usang Smartfren ke nomor 4G LTE dan enggan menggunakan ponsel Andromax.

Lenovo A6600 Plus. Itulah nama lengkap ponsel yang dibanderol Rp 1,599 juta ini. Usai membelinya, konsumen tak perlu mengeluarkan anggaran ekstra untuk berbelanja komplemen tambahan. Sebab, di paket penjualan telah disertakan selembar pelindung layar (screen protector) dan jelly case.

Dual SIM non-hybrid dan mendukung layanan 4G LTE, berdasarkan penulis alias HSW, menjadi daya tarik utama A6600 Plus. Sepasang micro SIM dan sekeping kartu microSD sanggup diselipkan bersamaan. Pengguna bebas memilih ingin berinternet menggunakan nomor di selot SIM1 atau SIM2. Mana pun yang dipilih, nomor itu bakal leluasa masuk ke jaringan 4G LTE, 3G, dan 2G.

A6600 Plus mendukung 4G LTE di band 1, 3, dan 5. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih merakyat, ponsel itu kompatibel dengan layanan 4G LTE Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooreedo, Tri, dan Smartfren. Spesifik ke Smartfren, A6600 Plus mempunyai kemampuan native VoLTE. Jadi, tanpa perlu menginstalasikan aplikasi tambahan, pemilik nomor Smartfren bisa berinternet maupun bertelepon.

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Apakah A6600 Plus sanggup dipadukan dengan Bolt? Dengan mengacu kepada lembar spesifikasi, mestinya tidak bisa. Alasannya, ponsel tersebut tidak mendukung LTE band 40. Padahal, layanan 4G LTE Bolt aktif di band 40 alias frekuensi 2300 MHz.

Ponsel bersistem operasi Android 6.0 Marshmallow itu dibekali layar IPS 5 inci beresolusi HD 1.280 x 720 piksel. Berdimensi fisik 141 x 71 x 8,8 milimeter dan berat 142 gram, A6600 Plus terasa nyaman digenggam maupun dikantongi. Sumber daya ponsel berasal dari baterai 2.300 mAh yang sanggup dilepas pasang. Dengan sikap pemakaian ala HSW, sekali diisi ulang baterai itu bisa bertahan 10-12 jam.

Kamera utama ponsel dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi maksimal delapan megapiksel dan klip video HD 720p. Mode kamera yang tersedia dua macam saja, otomatis dan panorama. Plus, beberapa pilihan dampak warna. Tidak ada mode manual. Secara umum, kinerja kamera utama A6600 Plus tergolong pas-pasan. Hanya cukup anggun di lokasi yang terperinci benderang.

Kemampuan kamera depan ponsel itu lebih terbatas lagi. Kamera tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat tersebut cuma bisa menghasilkan foto beresolusi dua megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, resolusi terbesarnya hanya VGA. Pantang mengharapkan hasil menawan dari kamera di sisi muka A6600 Plus. Dibilang pas-pasan pun masih belum layak.

Spesifikasi lain A6600 Plus, di antaranya, prosesor empat inti (quad core) MediaTek MT6735P 1 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 2 GB, dan ROM 16 GB. Saat ponsel gres dikeluarkan dari kardus, sisa memori internalnya tercatat 10,63 GB. Ada pula radio FM yang siarannya sanggup direkam. Ponsel yang tidak mempunyai kemampuan USB On-the-Go (USB OTG) itu tersedia dalam dua pilihan warna. Yakni, hitam dan putih.

Selain kamera, HSW menunjukkan satu catatan khusus terhadap GPS A6600 Plus. Ia bisa mengunci lokasi dengan cepat dan akurat. Masalahnya, dikala dipakai bernavigasi sambil mengendarai kendaraan bermotor, GPS itu berkali-kali linglung selama beberapa detik.

Misalnya, dari Bandara Soekarno Hatta pagi itu HSW meluncur ke depot penjual mie di Pantai Indah Kapuk Jakarta. Keluar dari pintu tol, awalnya navigasi Google Maps di layar A6600 Plus mengarahkan kendaraan beroda empat Uber yang ditumpangi HSW bergerak lurus. Baru melaju sekitar 50 meter, tiba-tiba ponsel ibarat kehilangan ingatan. Umpama manusia, ia tolah-toleh ke kiri kanan, lupa harus bergerak ke mana. Tanpa diutak-atik, sekitar tiga detik lalu navigasi yang ditunjukkan kembali normal.

Kesimpulan versi HSW, dengan memperhatikan bermacam-macam faktor, hanya ada dua kelompok konsumen yang masih boleh melirik A6600 Plus. Pertama, individu yang ingin berinternet dan bertelepon via jaringan 4G LTE Smartfren, tetapi tak mau menggunakan ponsel Andromax. Ponsel termurah yang memenuhi syarat dan layak beli yaitu A6600 Plus.

Kedua, peminat ponsel Android dual SIM 4G LTE yang hanya mempunyai anggaran sekitar Rp 1,5 juta. Konsumen kelompok kedua ini sesungguhnya masih mempunyai alternatif ponsel lain. Selain A6600 Plus, mereka bisa mempertimbangkan Hisense Pureshot, Hisense Pureshot+, dan Infinix Hot 3 LTE (X553).

Seandainya bukan termasuk dua kelompok konsumen di atas, membeli ponsel lain sepertinya lebih bijak. Peminat A6600 Plus yang bisa mengeluarkan dana tambahan sekitar Rp 200 ribu, misalnya, lebih bijak membeli Moto E3 Power. Kenikmatan ekstra yang bakal dinikmati pengguna E3 Power, jika dirupiahkan, bernilai lebih dari 200 ribu. Baterai lebih tahan lama, kamera lebih bagus, tampilan fisik lebih gahar, dan tak perlu khawatir bila ponselnya kehujanan atau terguyur air minum.

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan kamera A6600 Plus.

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Satu foto di bawah ini dijepret menggunakan kamera depan.

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Kalau Anda mempunyai anggaran lebih dari Rp  Review Lenovo A6600 Plus: Buat Yang Enggan Memakai Andromax

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)