Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai Hsw” Supaya Menyala

Pada 19 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi 6 di Beijing, Tiongkok. Pantulan yang tak sengaja tampak di foto Mi 6 berwarna biru mencuatkan pertanyaan dari pembaca blog Ponselmu dan pengikut akun Twitter @herrysw. Ponsel Infinix apakah yang dipakai?

Jawabannya, Infinix Zero 4 Plus. Menjelang terbang ke Tiongkok, ponsel itu sedang menjalani uji pakai ala HSW. Dengan agak nekat, HSW tetapkan sekalian memakainya sebagai kamera utama kala menghadiri program peluncuran Mi 6. Seandainya hasil jepretan Zero 4 Plus ternyata mengecewakan, di saku celana HSW toh tersedia iPhone 7 yang siap diberdayakan.

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

Realita di lapangan, kinerja kamera Zero 4 Plus ternyata tak menciptakan HSW cemberut. Sebagian pola foto yang dihasilkan bisa dilihat di tautan berikut. Dipadu dengan baterai tanam berkapasitas 4.000 mAh, kegiatan live tweet dan live Periscope sanggup dilakukan tanpa khawatir kehabisan daya. Selama di Tiongkok, Zero 4 Plus juga terbukti sukses digunakan menikmati layanan roaming internasional via nomor prabayar Smartfren dan kartuHalo Telkomsel.

Gawai dengan instruksi tipe X602 itu dibekali layar enam inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel. Ketika ponsel siaga, tetapi layar padam dan terkunci, terdapat bermacam-macam alternatif cara untuk mengaktifkannya. Pertama, yang paling kuno nih, menekan tombol power kemudian menyapukan jari di permukaan layar.

Kedua, ketukkan jari dua kali di permukaan layar. Layar bakal menyala. Selanjutnya sapukan jari untuk membuka pengunci layar. Ketiga, sentuhkan ujung jari ke sensor sidik jari (fingerprint sensor) yang berada di sisi belakang ponsel.

Alternatif keempat, dengan memanfaatkan fitur vocal command, sapalah ponsel. Kalimat sapaannya bebas dipilih pengguna. Misalnya, HSW menggunakan kata sapaan “Hai HSW” biar layar Zero 4 Plus otomatis menyala dan terbuka.

Cara alternatif mengaktifkan dan meng-unlock layar Infinix Zero 4 Plus. pic.twitter.com/kH23pz80JS

— Herry SW (@herrysw) April 27, 2017

Prosesor sepuluh inti (deca core) MediaTek Helio X20 MT6797M 2 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 4 GB, dan ROM 32 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Zero 4 Plus. Saat ponsel belum diutak-atik, kapasitas memori internalnya masih tersisa 23,48 GB.

Pengguna ponsel itu juga bakal menjumpai radio FM yang siarannya bisa direkam, penyaring SMS dan panggilan telepon masuk, serta fitur multiakun (multi account). Dengan multiakun, pengguna bisa mengaktifkan dua akun sekaligus di satu ponsel. Misalnya, masing-masing sepasang akun Facebook, Twitter, dan WhatsApp.

Zero 4 Plus menganut selot kartu hybrid alias 3-pilih-2. Kalau membutuhkan kemampuan dual SIM, pengguna sanggup memasangkan satu kartu micro SIM dan satu kartu nano SIM. Dua nomor akan siaga bersamaan. Nomor mana pun yang digunakan untuk berinternet leluasa masuk ke jaringan 2G, 3G, maupun 4G LTE. Sedangkan satu nomor lainnya akan terpaku di jaringan 2G.

Lebih memerlukan selot memori eksternal? Pengguna yang termasuk kelompok itu direkomendasikan menyelipkan satu kartu micro SIM dan satu keping microSD. Kemampuan dual SIM otomatis lenyap.

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

Di lembaran spesifikasi, tak ada klarifikasi detail mengenai frekuensi 4G LTE yang didukung oleh Zero 4 Plus. Mengacu kepada percobaan yang dilakukan, HSW sukses memakainya untuk menikmati layanan 4G LTE XL, Telkomsel, dan Smartfren. Dengan demikian, ponsel tersebut seharusnya bisa pula dipadukan dengan 4G LTE Indosat, Tri, dan mungkin Bolt.

Zero 4 Plus memanfaatkan baterai tanam berkapasitas 4.000 mAh. Dengan sikap pemakaian ala HSW, baterai itu rata-rata bisa bertahan selama 24 jam. Tersingkat 16 jam dan terlama menyentuh 30 jam.

Selama masa pemakaian, dua nomor selalu siaga. Salah satu nomor dikunci di jaringan 4G LTE dan aktif digunakan berinternet. Mulai dari browsing, chatting, media sosial, hingga surel alias email. Ponsel berdimensi fisik 160,5 x 82,97 x 8,25 milimeter dan berat 203 gram itu juga digunakan untuk bertelepon dan memotret.

Ketika daya baterai nyaris habis, hubungkan ponsel ke sumber listrik. Charger bawaan ponsel itu sanggup mengisi ulang daya baterai hingga penuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Relatif cepat, bukan?

Bersistem operasi Android 6.0 Marshmallow dengan tampilan antarmuka XOS Chameleon 2.1.0, Zero 4 Plus dibekali dua kamera. Kamera utamanya dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat ganda. Ia siap menghasilkan foto beresolusi 21 megapiksel dan klip video full HD 1080p.

Tersedia mode pro yang mengizinkan pengguna mengatur parameter pemotretan secara manual. Misalnya, kecepatan rana diubah antara 1/100 detik dan enam detik. ISO, kompensasi pencahayaan, white balance, dan penekanan bisa pula diatur manual.

Beralih ke kamera depan. Kamera 13 megapiksel tanpa fokus otomatis itu dibekali lampu kilat. Pengguna leluasa memakainya untuk berswafoto. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kamera itu siap memproduksi klip video full HD 1080p.

Ketika pengguna akan berfoto, baik menggunakan kamera depan maupun belakang, ada cara simpel untuk memerintahkan kamera menjepret. Sentuhkan jari ke sensor sidik jari yang berada di sisi belakang ponsel. Spontan kamera bakal memotret.

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

Sama dengan Zero 3 yang tahun kemudian HSW uji pakai, kinerja kamera Zero 4 Plus tergolong memuaskan. Lebih baik dibandingkan ponsel Infinix seri lain. Bagaimana jikalau diadu dengan kamera Huawei P9, LG V20, atau Samsung S7 Edge? Hmmm� bukan perbandingan yang “apel dengan apel” deh. Sebab, harga ritel resmi Zero 4 Plus Rp 3,699 juta alias jauh lebih murah ketimbang tiga ponsel lain yang disebutkan. Saat ini P9 masih dibanderol Rp 6,999 juta, V20 Rp 7,999 juta, sedangkan S7 Edge Rp 8,999 juta.

Zero 4 Plus lebih cocok dikomparasikan dengan Asus Zenfone 3 ZE520KL. Zero 4 Plus menang mutlak di daya tahan baterai dan kecepatan pengisian ulang. Sedangkan ZE520KL unggul dalam hal kecepatan penekanan kamera dan kemampuan 4G-3G secara simultan.

Merujuk kepada pengalaman menggunakan Zero 4 Plus sebagai ponsel utama, HSW hanya memperlihatkan dua catatan minus kepada ponsel tersebut. Pertama, kecepatan penekanan kamera agak lambat. Aktivasi fitur touch capture tak bisa dijadikan solusi alasannya yaitu kamera malahan akan sering sudah menjepret kala proses penekanan belum sempurna.

Kedua, jikalau digunakan mengetik cepat, layar sentuhnya sesekali terasa sedikit liar. Ia gagal mengimbangi pergerakan sepasang jempol milik HSW yang menari-nari di atas layar sentuh. Bodi yang agak bongsor dan berat, berdasarkan HSW, bukanlah kekurangan. Hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari gawai berlayar besar dan berbaterai besar.

Kalau dikala ini Anda mencari ponsel dengan layar besar, baterai tahan usang sekaligus, mendukung pengisian cepat, dan dibekali kamera yang tergolong elok di kelasnya, Infinix Zero 4 Plus pantas dijadikan pasangan baru. Apalagi, jikalau Anda mempunyai kriteria tambahan: dual SIM 4G LTE dan terdapat pilihan 4G only di sajian pengaturan jaringan.

Satu info tambahan, di paket penjualan ponsel itu telah disertakan selembar tempered glass dan satu buah hard case transparan. Dengan demikian pengguna tak perlu menyiapkan anggaran ekstra untuk membeli aksesori.

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan kamera Zero 4 Plus.

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

Dua foto di bawah ini dijepret menggunakan kamera depan.

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android dan kondisi awal RAM.

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

 April kemudian penulis alias HSW menghadiri program peluncuran Xiaomi Mi  Review Infinix Zero 4 Plus: Cukup Disapa “Hai HSW” biar Menyala

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)