Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica Yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P9 menciptakan ingin tau sebagian penggemar ponsel. Terutama, mereka yang sangat memedulikan performa kamera ponsel. Mereka yang tak pernah bermimpi membeli ponsel Huawei pun berminat memilikinya.

Kerja sama produsen ponsel dengan produsen lensa terkemuka itu tidak sia-sia. Kinerja kamera P9 memang layak diacungi jempol. Kenyataan tersebut menciptakan penulis alias HSW tanpa ragu menobatkan P9 sebagai ponsel berkamera terbaik 2016 versi HSW.

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Perkenalan HSW dengan P9 bergotong-royong sudah terjadi pada Mei tahun lalu. Saat itu HSW bersentuhan dengan P9 warna abu-abu dan perak (silver). Namun, kesempatan yang tersedia untuk merasakan ponsel itu sangat terbatas. Total kurang dari 1,5 jam.

Berikutnya, pada Oktober tahun lalu, HSW kembali berjumpa dengan P9. Kali ini lebih lama. Hampir satu minggu. Ia menjadi kamera utama ketika HSW diundang menghadiri program Xiaomi di Beijing, Tiongkok. Hasil fotonya bisa dilihat di sini.

Sampai ketika itu HSW belum akan me-review P9. Ada dua alasan. Pertama, ponsel itu belum beredar resmi di Indonesia. Kedua, meskipun telah berhari-hari menggunakan P9, HSW gres sempat menguji pakai sebagian fitur yang bekerjasama dengan kamera. Selebihnya belum bisa dieksplorasi sebab acara HSW relatif padat. Perjalanan Surabaya-Jakarta-Hongkong-Beijing pulang pergi, mengikuti rangkaian program Xiaomi, dan setiba di kamar hotel menuliskan laporan pandangan mata.

Cerita berlanjut ke selesai November 2016. Pre-order P9 bergaransi resmi dimulai. Huawei hanya mengatakan satu varian warna, adalah P9 emas alias gold. Tanpa berpikir lama, HSW eksklusif memesannya. Barang datang pada 6 atau 8 Desember 2016. Entah mana yang tepat. Sudah lupa.

Ah, ternyata penampakan P9 warna emas kalah menawan dibandingkan P9 abu-abu maupun P9 perak. Hasrat menguji pakai lenyap. P9 emas itu eksklusif dijual deh. Minat mengulas P9 gres muncul kembali pada bulan lalu, ketika P9 merah resmi didistribusikan di Indonesia dalam jumlah terbatas oleh Huawei. Inilah review versi HSW.

P9 hadir dengan layar 5,2 inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel. Bagian tepi beling layar sedikit melengkung atau lazim disebut layar 2,5D. Tombol navigasi ponsel itu menyatu dengan layar, bukan berupa tombol kapasitif di bawah layar.

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Asyiknya, pengguna bebas menentukan ingin menempatkan tombol back di ujung kiri atau kanan formasi tombol. Ya, memang tidak sebebas aneka tipe ponsel LG yang mempersilakan pengguna menyusun sendiri formasi tombol navigasi virtual. Namun, minimal Huawei tidak memaksa penggunanya dengan pilihan tunggal. Lumayan, bukan?

Dengan dimensi fisik 145 x 70,9 x 6,95 milimeter dan berat 144 gram, P9 terasa nyaman digenggam maupun dikantongi. Di sisi kiri bodi ponsel terdapat selot yang siap menampung dua nano SIM secara bersamaan atau satu nano SIM dan satu kartu microSD. Tombol volume dan power ditempatkan di sisi kanan. Sedangkan di pecahan bawah P9 tersedia konektor audio 3,5 milimeter, konektor USB tipe C, dan speaker.

Sekitar seminggu menggunakan P9 warna merah sebagai ponsel utama, ponsel itu masih memanfaatkan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow. Sehari sebelum uji coba direncanakan selesai, eh� muncul update berukuran 2,1 GB. Pembaruan dilakukan dan ternyata P9 menjadi ber-OS Android 7.0 Nougat.

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Asalkan pengguna menentukan tidak menyelipkan kartu memori tambahan, dua nomor sanggup siaga bersamaan di P9. Salah satu di antaranya, tak peduli berada di selot SIM mana, sanggup masuk ke jaringan 4G LTE. Satu nomor lainnya bakal terkunci di jaringan 2G saja. Selama menggunakan P9, HSW sempat memadukan ponsel itu dengan nomor Telkomsel, Smartfren, Indosat, XL, dan Tri. Layanan 4G LTE seluruh operator tersebut sukses dinikmati secara bergantian.

P9 memanfaatkan prosesor delapan inti (octa core) Huawei Kirin 955 yang terdiri atas empat inti 2,5 GHz dan empat inti 1,8 GHz. Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 3 GB, dan ROM 32 GB merupakan sebagian spesifikasi lain ponsel itu. Kala ponsel belum diutak-atik, sisa memori internal mencapai 22,02 GB.

Ponsel tanpa NFC itu juga dilengkapi dengan block list dan app twin. Block list berfungsi menyaring panggilan telepon dan SMS masuk. Sementara itu, app twin yang gres muncul ketika P9 diperbarui ke Android 7.0 Nougat memungkinkan pengguna login ke dua akun WhatsApp dan Facebook secara bersamaan. Sayang, login ke dua akun Twitter maupun BBM ketika ini belum bisa dilakukan.

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sama dengan aneka ponsel flagship keluaran terkini, P9 dibekali sensor sidik jari. Saat ponsel siaga, tetapi layar padam dan terkunci, pengguna cukup menyentuhkan ujung jari ke sensor tersebut. Spontan layar ponsel menyala dan terbuka. Ketika kamera sedang aktif, sentuhan di sensor sidik jari bakal menginstruksikan kamera memotret.

Seperti telah disinggung di awal tulisan, kamera menjadi nilai jual utama P9. Kamera belakang ponsel itu dibekali dua lensa yang telah disertifikasi Leica. Masing-masing mempunyai kiprah tersendiri. Lensa kiri menangkap detail objek dan menghasilkan foto hitam putih, sedangkan lensa kanan memproduksi foto berwarna. Dua foto itu digabungkan otomatis dengan algoritma tertentu untuk menghasilkan sebuah foto berwarna yang detail.

Kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat ganda itu sanggup menghasilkan foto beresolusi maksimal 12 megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, ia bisa memproduksi klip video full HD 1080p dengan 60 bingkai per detik (frame per second, fps).

Pengguna yang gemar mengekplorasi kemampuan kamera ponsel layak menjajal aneka fitur aksesori kamera di P9. Pada mode otomatis, misalnya, ada pilihan wide aperture untuk menghasilkan efek bokeh. Ada pula mode profesional yang mengizinkan pengguna mengatur parameter pemotretan secara manual. Misalnya, ISO diubah menjadi 50-3200 dan kecepatan rana (shutter speed) diubah antara 1/4.000 detik hingga 30 detik.

Belum habis. Masih ada mode monochrome, beauty, HDR, beauty video, panorama, dan night shot yang bisa dijadikan materi eksperimen. Mode light painting, time-lapse, slow-mo, watermark, audio note, dan document scan juga menanti dicoba. Sekitar dua ahad semenjak ulasan ini ditayangkan di blog Ponselmu, HSW akan mengunggah satu goresan pena yang khusus membahas fitur kamera P9. Tunggu ya.

Beralih ke kamera depan. Kamera itu tanpa fokus otomatis. Kemampuan maksimalnya menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p. Dengan menekan simbol petir di sudut kiri atas layar, ketika pengguna berswafoto alias selfie di lokasi gelap, bakal muncul lampu kilat darurat. Layar ponsel akan berwarna putih polos untuk mengatakan pencahayaan tambahan.

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sumber daya P9 berasal dari baterai tanam berkapasitas 3.000 mAh. Dengan sikap pemakaian ala HSW, sekali diisi ulang hingga penuh, baterai itu bisa bertahan selama delapan jam.

Untuk menghemat baterai, pengguna bisa menurunkan resolusi layar P9 dari full HD 1.920 x 1.080 piksel menjadi HD 1.280 x 720 piksel. Caranya, dari halaman utama pengguna tinggal masuk ke sajian settings, battery, kemudian menekan tombol geser di baris low resolution power saving. Bila fitur itu diaktifkan, daya tahan baterai yang awalnya hanya delapan jam akan meningkat menjadi sekitar 9,5 jam.

Saat ini harga ritel resmi P9 dipatok Rp 6,999 juta. Asalkan mengenal penjual atau rajin mencari penawaran di banyak sekali situs, Anda bisa mendapat ponsel itu dengan harga jauh lebih murah. Sama-sama gres dan bergaransi resmi.

Rekomendasi HSW, jikalau Anda mencari ponsel dengan kamera cantik dan relatif mengabaikan fitur lain, membeli P9 merupakan langkah bijak. Namun, bila Anda mengidamkan ponsel berfitur lebih komplet dan mempunyai performa keseluruhan memuaskan, di pasar tersedia beberapa tipe ponsel lain yang lebih sesuai.

***

Inilah hasil jepretan P9.

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Satu foto berikut dijepret menggunakan kamera depan.

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Sinergi antara Huawei dan Leica dalam pengembangan ponsel Huawei P Review Huawei P9: Sinergi Huawei-Leica yang Tak Sia-Sia

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)