Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi Ala Kadarnya

Di mata penulis alias HSW, awalnya Huawei P9 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai. Ponsel itu merupakan versi murah dari Huawei P9. Tidak ada lensa bersertifikasi Leica di P9 Lite. Spesifikasi lainnya pun berbeda signifikan.

Tersedianya sebuah fitur bawaan di kamera P9 Lite menciptakan HSW mulai berminat menjajalnya. Namun, lagi-lagi dengan ekspektasi yang sengaja tidak dipatok tinggi. Ketika ponsel itu tuntas diuji pakai, ternyata P9 Lite tak pantas disebut P9 versi ala kadarnya. Kinerjanya jauh lebih manis daripada yang dibayangkan semula.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

P9 Lite hadir dalam tiga pilihan warna. Yaitu, hitam, emas, dan putih. HSW kebetulan pernah melihat pribadi dan memegang tiga varian warna itu. Menurut HSW, varian warna hitam paling bagus. Ponsel tampak gahar dan cukup maskulin.

Warna emas berada di urutan kedua terbaik. Kesan glamor mencuat, meskipun agak pasaran alasannya yaitu sekarang banyak beredar ponsel berwarna emas. P9 Lite putih paling tidak memikat mata. Sebab, terlihat pucat dan terkesan murahan.

Ponsel berdimensi fisik 146,8 x 72,6 x 7,5 milimeter dan berat 143 gram itu dilengkapi layar IPS 5,2 inci. Resolusinya full HD 1.920 x 1.080 piksel. Tombol navigasi berada di serpihan bawah layar. Asyiknya, susunan tombol navigasi itu bisa diubah sesuai selera pengguna. Tombol back, misalnya, boleh diletakkan di ujung kiri atau kanan.

Selot kartu di sisi kiri ponsel siap menampung dua keping kartu. Pengguna bebas menentukan hendak memasangkan dua nano SIM atau satu nano SIM dan satu kartu microSD. Bila dua nano SIM diselipkan, dua nomor itu bakal siaga bersamaan. Pengguna bebas menentukan nomor mana yang diizinkan masuk ke jaringan 4G LTE dan 3G. Satu nomor lainnya otomatis akan terkunci di jaringan 2G.

P9 Lite mendukung layanan 4G LTE di frekuensi 800, 900, 1800, 2100, dan 2600 MHz. Dihubungkan dengan kondisi jaringan di Indonesia, berarti ponsel itu kompatibel dengan 4G LTE Telkomsel, XL (termasuk Axis), Indosat Ooredoo, dan Tri. Ia tak sanggup digunakan untuk menikmati layanan 4G LTE Smartfren dan Bolt.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Di serpihan belakang ponsel terdapat sensor sidik jari yang multifungsi. Sama dengan di banyak sekali ponsel lain, kegunaan utamanya untuk mengaktifkan dan membuka layar yang terkunci.

Ketika pengguna mengakses kamera, sensor sidik jari itu juga sanggup difungsikan sebagai tombol penjepret (shutter button). Caranya mudah. Pengguna cukup menyentuhkan jari dan menahannya hingga kamera memotret. Kemampuan tersebut niscaya amat membantu pengguna yang gemar melaksanakan swafoto alias selfie.

Lain waktu, kala ada panggilan telepon masuk, pengguna P9 Lite bisa pula memanfaatkan sensor sidik jari untuk mendapatkan panggilan. Sentuhkan saja ujung jari di sensor sidik jari hingga panggilan telepon sukses diterima.

Ponsel bersistem operasi Android 6.0 Marshmallow itu menggunakan prosesor delapan inti HiSilicon Kirin 650 yang terdiri atas empat inti 2 GHz dan empat inti 1,7 GHz. Wi-Fi, bluetooth, NFC, GPS, RAM 3 GB, dan ROM 16 GB merupakan sebagian spesifikasi lain P9 Lite. Saat ponsel kali pertama diaktifkan, sisa memori internal tercatat 9,68 GB.

Kini saatnya membicarakan nilai jual utama P9 Lite. Kamera! Kamera depan ponsel tersebut tanpa fokus otomatis dan lampu kilat. Ia maksimal menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p.

Kamera utama P9 Lite beresolusi 13 megapiksel dan dilengkapi fokus otomatis maupun lampu kilat. Terdapat bermacam-macam pilihan mode yang sanggup dieksplorasi pengguna. Di antaranya, pro photo, pro video, good food, dan light painting.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya  Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Pada mode pro photo, parameter pemotretan sanggup diatur secara manual oleh pengguna. ISO bisa diubah mulai 100 hingga 1600, sedangkan kecepatan rana (shutter speed) mulai 1/4.000 detik hingga delapan detik. Kompensasi pencahayaan dan white balance juga leluasa diubah.

Sesuai namanya, mode good food disarankan digunakan dikala pengguna P9 Lite memotret makanan. Saturasi warna akan ditingkatkan sehingga tampilan kuliner akan terlihat lebih menggiurkan.

Mengacu kepada pengalaman HSW selama menguji pakai P9 Lite, mode good food sebaiknya hanya digunakan di lokasi yang terang dengan pencahayaan natural. Kalau digunakan di lokasi terang alasannya yaitu lampu berwarna kekuningan, foto yang dihasilkan takkan natural. Warna kuliner meleset jauh dibandingkan aslinya. Ada yang menyebutnya gonjreng, ada pula yang mengistilahkannya ndangdut.

Bagaimana dengan light painting? Kalau diterjemahkan bebas, maknanya melukis menggunakan cahaya. Di dalam mode itu terdapat empat pilihan aktivitas: tail lights, light graffiti, silky water, dan star track. Semua acara di mode light painting mewajibkan penggunaan tripod. Sebab, kecepatan rana kamera akan sangat rendah.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Tail lights biasanya digunakan untuk memotret lampu-lampu dari gedung perkantoran dan kendaraan bermotor yang bergerak cepat. Pemotretan sebaiknya dilakukan pada petang atau malam hari dari lokasi yang tinggi. Lalu lintas harus lancar. Sebab, jikalau macet, lampu-lampu dari kendaraan bermotor takkan membentuk garis-garis yang indah.

Aktivitas pemotretan menyerupai di atas bergotong-royong bukan hanya sanggup dilakukan via P9 Lite. Ponsel merek dan tipe lain pun banyak yang bisa. Syaratnya, di sajian kamera bawaan tersedia pilihan untuk mengubah kecepatan rana secara manual.

Bedanya, di secara umum dikuasai ponsel lain, pengaturan kamera mesti diutak-atik sendiri. Awalnya pengguna wajib mengubah kecepatan rana, kemudian menyesuaikan ISO dan kompensasi pencahayaan. Sedangkan di P9 Lite, pengguna yang relatif awam fotografi pun tak perlu bingung. Mereka tinggal masuk ke sajian kamera, pilih mode light painting, tail light, kemudian mulai memotret.

Bila suatu dikala pengguna ingin menciptakan tulisan/gambar tertentu dan memotretnya, aktifkan mode light graffiti. Sumber cahaya bisa berasal dari lampu kilat ponsel, layar ponsel, atau lampu senter. Mau bereksperimen menggunakan kembang api pun tak dilarang.

Sedikit saran dari HSW, dikala mencoba mode light graffiti pengguna sebaiknya mengajak minimal satu orang teman. Teman itu bertugas memantau layar ponsel dan memperlihatkan kode demi mendapatkan bentuk tulisan/gambar yang diinginkan. Kalau ingin dampak cahaya yang lebih kaya dan berwarna-warni, ajaklah 1-2 orang sobat lagi.

Sekarang giliran membicarakan silky water. Ketika teladas atau air mancur dipotret pada siang hari menggunakan ponsel, air itu akan terlihat beku. Kalau pun terlihat bergerak, gambar yang terekam cenderung kabur. Kurang yummy dilihat. Silky water memungkinkan pengguna menghasilkan foto teladas yang terlihat sehalus sutera.

Selama mencoba ratusan ponsel berkamera, kemampuan menyerupai itu gres HSW temukan di P9 Lite. Ponsel lain yang dilengkapi mode manual pun belum sanggup melaksanakan hal serupa.

Penjelasannya begini: untuk menghasilkan foto silky water pemotretan biasanya dilakukan di luar ruangan pada siang hari yang cerah. Kecepatan rana harus rendah. Kalau hal itu dilakukan di ponsel lain yang dibekali mode manual, hasil pemotretan akan overexposed. Terlalu banyak cahaya yang masuk sehingga hasil foto akan putih atau mendekati putih.

Seandainya menggunakan kamera digital SLR berharga jual puluhan juta rupiah pun, pemotretan tak bisa dilakukan semudah di P9 Lite. Di lensa kamera digital SLR itu perlu dipasangkan neutral density filter (ND filter). Fungsinya untuk mengurangi cahaya yang masuk ke kamera. Harus diakui hasil jepretan kamera digital SLR berpotensi lebih manis daripada P9 Lite. Namun, dari sisi kepraktisan, tidak segampang P9 Lite, bukan?

Satu pilihan lagi yang tersedia di mode light painting, tetapi tidak HSW coba alasannya yaitu tak cocok dilakukan di tengah kota Surabaya yaitu star track. Fungsinya menghasilkan foto pergerakan bintang di langit yang gelap. Aktivitas pemotretan idealnya dilakukan di lokasi yang relatif bebas dari polusi cahaya lampu.

Akhirnya pembahasan kamera P9 Lite selesai. Baru kali ini HSW serasa menyisipkan kursus fotografi seadanya di naskah review ponsel. Namun, Anda memahami yang HSW sampaikan, bukan? Awas jikalau Anda menjawab tak paham! Ha� ha� ha�.

Jika dirangkum, secara umum P9 Lite tergolong memuaskan. Ponsel itu nyaris selalu gegas dikala sehari-hari dioperasikan. Kinerja kameranya juga layak mendapatkan pujian. Dengan sikap pemakaian ala HSW, baterai 3.000 mAh yang dibenamkan ke ponsel itu biasanya bisa bertahan hingga 14 jam.

Ponsel yang dijual Rp 3,799 juta itu tetap mengandung sisi minus. GPS-nya kurang cepat dalam mengunci lokasi. Tidak mendukung USB On-the-Go (USB OTG) menjadi kelemahan lain ponsel tersebut.

***

Inilah rujukan hasil jepretan kamera Huawei P9 Lite. Lampu kilat dalam kondisi selalu padam. Olah digital yang dilakukan hanya resize dan kompresi file, semata-mata supaya ukuran file tidak terlalu besar untuk diunggah serta diakses.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Saatnya mencoba mode pro photo. Silakan mencermati perbedaannya. Foto di bawah ini dijepret menggunakan mode normal.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Kini objek yang sama dijepret menggunakan mode pro photo. ISO 100 dan kecepatan rana (shutter speed) lima detik.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Semangkuk es campur diabadikan menggunakan mode normal.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Sekarang menggunakan mode good food.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Mencoba tail light. Hasilnya tidak optimal alasannya yaitu kemudian lintas di sisi kanan cenderung macet.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Masih mencoba tail light. Dijepret dari area parkir sebuah sentra perbelanjaan. HSW tak bisa berlama-lama. Jepret kemudian bergegas pergi sebelum diusir satpam. ??

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Ini hasil eksperimen menciptakan light graffiti. Asalkan tidak terburu-buru dan ada dua orang yang membantu, akhirnya niscaya lebih maksimal. Carilah kawasan yang tidak terlalu gelap, kemudian buatlah goresan pena menggunakan lampu senter yang berwarna-warni.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Kini menjajal silky water. Dimulai dengan menjepret pintu air menggunakan mode normal. Perhatikan airnya.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Kalau fitur silky water diaktifkan, beginilah hasilnya. Perhatikan lagi air yang mengalir. Beberapa orang berkomentar, “Bagus. Seperti foto di kalender ya.”

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Dua foto di bawah ini dijepret menggunakan kamera depan. Yang ini mode normal.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Sedangkan ini menggunakan mode beauty.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

 Lite tak terlihat menarik untuk diuji pakai Review Huawei P9 Lite: Bukan P9 Versi ala Kadarnya

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)